DPRD Jawa Barat Sosialisasikan Konsensus Kebangsaan

  • by

https://i0.wp.com/hasanah.id/wp-content/uploads/2020/01/abdy5a-1000x600.jpg

Untuk meningkatkan nilai-nilai kebangsaan di masyarakat mulai tahun 2020, seluruh anggota DPRD Jawa Barat secara aktif berpartisipasi mensosialisasikan 4 konsensus kebangsaan yaitu Pancasila , UUD 1945, NKRI dan Bhinneka tunggal Ika.

“Guna memperkuat nilai-nilai kebangsaan maka perlu sosialisasi empat konsensus kebangsaan tersebut, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia,dan Bhinneka Tunggal Ika,”ungkap Anggota DPRD Komisi 1 Jawa Barat, Abdy Yuhana, Rabu (22/1).

Abdy mengatakan sebanyak 120 anggota DPRD Jawa barat, akan bertemu dengan masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing. Untuk  menyampaikan pentingnya memperkuat rasa  cinta dan kepedulian kepada tanah air dengan memegang teguh konsensus kebangsaan.

“Upaya pengenalan akan konsensus kebangsaan ini, diharapkan agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,”katanya.

Lanjut Abdy memaparkan bahwa program baru bagi anggota DPRD Jawa Barat ini diharapkan memiliki aspek benefit bagi masyarakat Jawa Barat. Untuk lebih menghormati dan menjaga budaya lokal yang ada di daerahnya dan menghormati perbedaan yang ada dalam masyarakat dengan Pancasila sebagai dasar dalam bermasyarakat , berbangsa dan bernegara .

“Kita perlu terus konsisten untuk melakukan internalisasi nilai-nilai kebangsaan, karena pilar ini menjadi jati diri sebagai bangsa,”ujarnya.

Dikatakannya, sosialisasi empat konsensus kebangsaan ini, bertujuan untuk membangun dan meningkatkan ideologi kebangsaan yang kuat sebagai warga negara Indonesia. Dengan demikian, tumbuh tingkat kesadaran pada masyarakat Indonesia.

Diakuinya, banyak masyarakat yang hapal Pancasila, namun jarang yang memahami makna dari Pancasila itu sendiri, termasuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya sosialisasi empat konsensus kebangsaan, maka masyarakat tidak hanya hapal dengan Pancasila, melainkan juga memahami tentang makna Pancasila dan UUD 1945.

“Inilah yang menjadi pembeda Pancasila di era Reformasi dan era Orde Baru, karena pada saat itu Pancasila menjadi ideologi tunggal yang menutup ruang diskursus. Sedangkan, saat ini Pancasila diletakkan sebagai kontrak sosial yang terdiri dari norma-norma yang disepakati bersama sebagai dasar kehidupan sosial dan ketatanegaraan Indonesia,”ungkapnya

Abdy menyebutkan mayoritas bangsa Indonesia kini menjadikan Pancasila sebagai kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila tak bisa ditanamkan hanya pada diri sendiri saja, namun nilai-nilai kebangsaan ini perlu disebarluaskan, karena tantangan yang mengancam nilai-nilai kebangsaan ini akan terus berkembang.

“Kami berharap masyarakat di Jawa Barat dapat mengimplementasikan nilai nilai Pancasila dan UUD 1945, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI. Juga dapat lebih menghargai ke Bhinekaan di Indonesia, serta tidak mudah terjerumus pada hal-hal yang dapat merusak NKRI dan radikalisme,”pungkasnya. red

Sumber :

DPRD Jawa Barat Sosialisasikan Konsensus Kebangsaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *