Mengejutkan, Masih Banyak Siswa DO di Tingkat SMP di Jawa Barat

  • by
Abdy Yuhana, anggota DPRD Jawa Barat

Bandung, – Badan Pusat Statistika (BPSJawa Barat merilis data yang mengejutkan untuk rata-rata lama sekolah di provinsi tersebut.

Di provinsi yang terdepan dengan Ibukota Jakarta itu, lama sekolah hanya sampai kelas 8 atau kelas 2 SMP.

Artinya, masih banyak warga Jawa Barat yang mengalami drop out (DO). Tidak bisa melanjutkan sekolah sampai tidak lulus SMP.

Anggota DPRD Jawa Barat Abdy Yuhana menyoroti data BPS tersebut. Ia mengaku terkejut sebab ini terjadi di daerah yang disebut sebagai provinsi termaju setelah Ibukota Jakarta.

“Saya sangat terkejut begitu melihat rilis data terakhir BPS. Angka rata-rata lama sekolah hanya sampai kelas 8. SMP pun tidak lulus,” tutur dia.

Abdy mengungkapkan, pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020, disebutkan rata-rata lama sekolah penduduk Jawa Barat.

Angka Rata-Rata Yang Telah Menempuh Pendidikan, Hanya Selama 8,55 Tahun. Indeks Ini Memprihatinkan Dan Harus Menjadi Perhatian Bersama Sleuruh Pemangku Kepentingan, Terutama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ini artinya penduduk di Jawa barat dalam menyelesaikan masa pendidikannya hanya menamatkan jenjang kelas 8 atau kelas 2 SMP. Sama saja dengan tak lulus SMP atau berijazah SD,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Menurut Abdy, problem masih rendahnya rata-rata lama sekolah ini menjadi persoalan di Jawa Barat sekaligus challange bagi Pemprov Jawa Barat untuk terus mendorong pelayanan di bidang pendidikan.

Selain itu juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya pendidikan karena berkorelasi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Padahal salah satu indikator kemajuan pembangunan itu adalah SDM yang unggul.

“Bagaimana bisa memiliki daya saing kuat, sementara rata-rata lulusan sekolah berijazah SD. Ini harus jadi perhatian sekaligus prioritas pembangunan di Jawa Barat” tuturnya.

Abdy melihat ada upaya lebih serius untuk peningkatan SDM. Perlu ada kebijakan strategis terutama di daerah yang masih rendah akses masyarakat memperoleh pendidikan layak.

Cara berpikirnya adalah bagaimana pemerataan fasilitas, sarana prasarana pendidikan di perkotaan dan di perdesaan sama-sama memadai.

Termasuk diantaranya menambah kuantitas sekolah setingkat SMP dan SMA.

“Pemerataan penting apalagi di masa pandemi Covid-19 yang belajarnya lewat daring.  Apakah semua daerah termasuk pelosok perdesaan terjangkau jaringan internet. Akses ini jangan sampai jadi kendala bagi siswa” tuturnya.

Abdy mendesak dilakukan percepatan kebijakan bidang pendidikan untuk menaikan angka rata-rata lama sekolah hhingga sampai lulus SMA/SMK atau 12 tahun.

Sumber : https://cirebonraya.pikiran-rakyat.com/ciayumajakuning/pr-1141482534/mengejutkan-masih-banyak-siswa-do-di-tingkat-smp-di-jawa-barat?page=3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *