
Bandung, – Letak Geografis Indonesia diantara dua benua (BenuaAsia dan Benua Australia) dan dua samudera (Samudera Pasifik dan Samudera Hindia).
Jumlah pulau yang dimiliki Indonesia mencapai lebih dari 17.000.
Dari jumlah itu yang pulau yang sudah diberi nama sebanyak 13.466 dimana 11.000 diantaranya telah berpenghuni sehingga menjadikan Indonesia negara kepulauan terbesar di dunia.
Sumber Daya Alam banyak dan beragam serta hampir tersebar dari Sabang sampai Merauke semua memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah.
• Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi ke-dua di dunia,
• memiliki aset abadi berupa sinar matahari dan laut, Indonesia juga memiliki hutan tropis (di Kalimantan, Sumatera, Papua).
• Negara dengan gunung berapi terbanyak di dunia (sebanyak 192 gunung berapi),
• panjang garis pantai Indonesia 95.181 KM menjadikan Indonesia negara dengan garis pantai terpanjang ke empat di dunia,
• serta keindahan alam yang tiada duanya sebagai destinasi wisata dunia (Raja Ampat, Gunung Merapi, blue fire, Wakatobi, dll.)
Indonesia negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia mencapai sekitar 268.074,6 juta jiwa, dengan aneka warna dan budaya lokal.
Kesadaran Akan Geopolitik
Sebagaimana konsepsi geopolitik Bung Karno “Mempertahankan Indonesia adalah lain dari pada mempertahankan Tiongkok. Mempertahankan Indonesia lain dari pada mempertahankan India, … Jerman, … Amerika. Tiap-tiap pertahanan jikalau mau efektif harus satu pertahanan yang bersendi, berurat nadi kepada keadaan-keadaan nyata dari tanah airnya dan kepada bangsanya”.
Jika manusia Indonesia tidak lagi peka dan memahami potensi geopolitiknya maka ia akan tetap jatuh menjadi bangsa kuli diantara bangsa-bangsa “een natie van koelies, en een koelie onder de naties”.
Konsensus Bernegara
Undang-undang Dasar 1945 –>NKRI —> Bhineka Tunggal Ika —> Visi Negara Pancasila
Demografi Indonesia
Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus penduduk 2020 270,20 juta jiwa Bertambah 32,56 Juta Jiwa dibandingkan tahun 2010
Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun, 2010-2020 1,25% Melambat dibandingkan periode 2000-2010 yang sebesar 1,49%
Penduduk Usia Produktif (15-64) Tahun 70,72% Indonesia masih dalam masa bonus demografi
Jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat berdasarkan hasil sensus penduduk 2020 48,27 juta jiwa Bertambah 5,2 Juta Jiwa dibandingkan tahun 2010
Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun, 2010-2020 1,11% Menurun dibandingkan periode 2000-2010 yang sebesar 1,88%
Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk terbesar 5,43 juta jiwa 11,24 % dari total penduduk Jawa Barat
Persentase Penduduk Usia Produktif (15-64) 70,68% Jawa Barat masih dalam masa bonus demografi
Hasil SP2020 mencatat mayoritas penduduk Jawa Barat didominasi oleh generasi Z dan milenial. Proporsi generasi Z sebanyak 27,88 persen (13,37 Juta orang) dari total populasi dan generasi milenial sebanyak 26,07 persen (12,5 Juta orang) dari total populasi Jawa Barat
Bonus Demografi
Indonesia akan menikmati bonus Demografi pada 2030-2040 (Bappenas) 64% dari total populasi, atau sekitar 297 juta orang
Bonus Demografi Masa dimana jumlah penduduk usia produktif di suatu negara lebih banyak dibandingkan yang tidak produktif.
63,4 Juta Pemuda* di Indonesia atau 24,3% dari total Penduduk
*) Usia pemuda adalah 16-30 Tahun (UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan)
Keuntungan Bonus Demografi Bagi Indonesia
Indonesia akan mengalami periode bonus demografi pada tahun 2030-2040 (Siaran Pers Bappenas, 2017)
Keuntungan bagi Indonesia adalah kita memiliki demografi penduduk muda dan ini bisa menjadi source of growth”. (Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, 2016).
Apabila bonus demografi ini bisa dikelola dengan baik dan profesional oleh pemerintah, maka indonesia bisa mendapatkan manfaat besar.
Misalnya, potensi rasio beban ketergantungan penduduk akan berkurang. Rasio ketergantungan adalah perbandingan antara perbandingan antara jumlah penduduk usia nonproduktif dengan jumlah penduduk usia produktif.
Beberapa manfaat lain yang bisa diterima Indonesia dari bonus demografi yang dikelola baik, yaitu : 1. Lebih banyak peluang pasar 2. Sumber daya manusia yang berkualitas 3. Tenaga kerja usia produktif
Bagaimana Indonesia mengoptimalkan bonus demografi?
Bonus demografi akan membuat Indonesia menikmati window of oppurtunity atau jendela peluang, yaitu ketika rasio ketergantungan sangat rendah.
Disebut sebagai window of oppurtunity karena keadaan tersebut berupa potensi saja, sementara realisasinya akan bergantung pada banyak faktor.
Ada empat faktor kunci yang bisa memaksimalkan window of opputunity, yaitu :
1) Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas;
2) SDM berkualitas terserap dalam pasar kerja;
3) Tabungan pada tingkat rumah tangga; dan
4) Perempuan dalam pasar kerja.
Untuk mengoptimalkan faktor-faktor tersebut, maka pemerintah harus mempertajam dan menyinkronkan kebijakan pengembangan SDM, sektor tenaga kerja, sektor keuangan, sektor riil, dan pemberdayaan perempuan. Tak hanya itu, dinamika demografi dan sosial ekonomi dari kelompok usia produktif perlu diperhatikan.
Apa yang harus dipersiapkan Indonesia?
“Bonus demografi ibarat pedang bermata dua. Satu sisi adalah berkah jika kita berhasil mengambil manfaatnya. Satu sisi lain adalah bencana apabila kualitas manusia Indonesia tidak dipersiapkan dengan baik“. – Presiden Joko Widodo, 2016.
Beberapa faktor penentu keberhasilan bonus demografi, antara lain sebagai berikut :
1. Pendidikan Pendidikan merupakan komponen paling utama karena pendidikan akan mengubah pola pikir suatu bangsa menjadi lebih baik dan terarah.
2. Lapangan Pekerjaan pemerintah harus mempersiapkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat juga harus lebih kreatif untuk menciptakan pekerjaan.
3. Kesehatan Kesehatan merupakan investasi jangka panjang dan setiap manusia memerlukan ksehatan.
4. Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk sangat berpengaruh terhadap bonus demografi dan pembangunan.
Agar bonus demografi tepat sasaran, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi Negara,yaitu sebagai berikut :
1. Kualitas penduduk yang baik
2. Suplai tenaga kerja produktif yang besar diimbangi dengan lapangan kerja yang besar pula, sehingga meningkatkan pendapatan perkapita.
3. Tabungan rumah tangga diinvestasikan untuk kegatan produktif.
4. Jumlah anak sedikit memungkinkan perempuan memasuki pasar tenaga kerja, meningkatkan pendapatan.
5. Upaya peningkatan kesehatan remaja terutama kesehatan reproduksi dann penganggulangan prilaku yang tidak sehat seperti seks bebas
*Keterampilan penting tahun 2030*
Menurut laporan World Economic Forum, bahkan lima tahun dari sekarang saja, lebih dari sepertiga keterampilan yang saat ini kita yakini penting dapat dipastikan akan berubah.
• Kreativitas • Kecerdasan Emosional (EQ) • BerpikirAnalitis • BelajarAktif dengan Mindset Berkembang • Penilaian dan Pengambilan Keputusan • Keterampilan Komunikasi Interpersonal • Skill Kepemimpinan • Keanekragaman dan Kecerdasan Budaya • Keterampilan Teknologi • Merangkul Perubahan
“No nation can achieve greatness unless it believes in something, and unless that something has moral dimensions to sustain a great civilization” (tidak ada bangsa yang dapat mencapai kebesaran jika bangsa itu tidak percaya kepada sesuatu, dan jika tidak sesuatu yang dipercayainya itu memiliki dimensi-dimensi moral guna menopang peradaban besar) -John Gardner (*)
Penulis:
Dr. Abdy Yuhana, S.H.,M.H
Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa Barat
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan